Lonely

Air mata menetes sehabis hari yang melelahkan

Kemanakah kiranya tujuanku ini?

Tidak ada satu orang pun

Saat aku memejamkan mataku

Aku melihat diriku sendiri

Kuyakinkan diriku ‘jangan lelah’

‘istirahat sejenak’

Asal tidak ada orang yang tahu

Masalah ini bukanlah masalah besar

Jika tidak ada seorang pun yang tahu

Maka itu bukanlah masalah besar

Kapankah hangatnya sinar matahari menyinariku?

Aku tidak menyadari kalau diriku tidak bisa menjadi apa adanya diriku

Dan saat mataku terbuka

Barulah aku tersadar

Sangat menyesakkan

Inginku buang semuanya

Inginku lepas semuanya

Advertisements

아픈

Ini sangat sakit…..

Bagaimana bisa sakit ini mengalahkahkan segala kesakitan

Bagaimana bisa Tuhan memberikan kesakitan yang sangat sakit

Hingga menusuk relung hati

Menghancurkan segala harapan

Menghancurkan segala hayalan

Jika ada pilihan…

Pilihan terbaik adalah tidak pernah mengenal siapapun

Menghancurkan perasaan

Rasa sakit yang bernoda

Noda yang akan hilang dengan berjalannya waktu

Waktu yang sangat panjang

Meniti jejak tanpa mendapat kepastian

Bukan sakit biasa

Sakit yang terasa seperti tusukan sebongkah es

Ingin rasanya membuang sakit ini

Ingin rasanya membenci semua

Disaat hancur

Perih menderai

Api memburu

Segalanya selesai

Tidak untuk dua kali

Tidak pula untuk mencoba

Semua sudah berakhir

Tapi…

Kesakitan ini masih setia menemani

Menjauh… cara terbaik juga terburuk untuk pergi

Keluh Terpendam

Apakah sesulit ini?

Aku benar-benar lelah

Semua yang kutahan selama ini

Sangat ingin kubuang menjauh

Melepas semua ini

membuatku sangat sakit

Bagaimana caraku untuk bertahan lebih lama lagi?

Tapi, jika kutahan akan semakin sakit

Menyesakkan hati

Aku tidak sanggup

Aku lelah

Aku ingin mati

 

Mungkin aku akan menyesal atas pilihanku, tapi aku tidak bisa berbalik dan mengulang apa yang telah terjadi. Karena setiap pilihan menyimpan tanggung jawabnya masing-masing.

#AlwaysWithMe

Bagaimana Setelah Menyerah?

Menyerah akan suatu hal bukanlah hal yang mudah.

Melepaskan suatu hal yang amat sangat berharga. Yang setiap hari dijalani hingga menjadi kebiasaan.

Terus kenapa kamu menyerah? Jawabannya cuma 1 hal: “aku tidak bahagia”

“aku tidak bahagia” itulah sebabnya aku menyerah. Jika dijalani terus, seumur hidupku (mungkin) aku tidak bahagia.

“Aku ingin menempuh jalan lain”. Jalan yang tidak tahu kepastiannya, yang pasti tidak di jalan ini. Mungkin jalan itu akan membuatku lebih menderita. Satu hal yang pasti, “aku tidak ingin berada di sini”.

Di suatu waktu di masa depan, (mungkin) aku akan menyesali keputusanku ini.

Menyerah, banyak hal akan menjadi sia-sia. Banyak orang yang semakin terluka. Dan yang paling terluka adalah ibuku. Aku juga sedih akan keputusanku ini. Aku tidak tahu harus bagaimana. Tapi aku tidak sanggup terus berjalan.

Apakah ada seseorang mengerti perasaanku?

Apakah ada seseorang mengerti keputusanku?

Aku harus bagaimana sekarang?